MULTIMEDIA CONTENT PRODUCTION
A. Multimedia content production
Multimedia adalah penggunaan dan pemrosesan beberapa medi a (text, aud
io, grap hics, a nimation, video, and interactivity) yang berbeda untuk
menyampaikan informasi atau menghasilkan produk multimedia (music,
video, film, game, entertaiment, dll) At a u penggunaan sejumlah
teknologi yang berbeda yang memungkinkan untuk menggabungkan media
(text, audio, graphics, animation, video, and interactivity) dengan cara
yang baru untuk tujuan komunikasi.
2
Alur Multimedia Production
B. Produk Multimedia
1. Media Teks
Teks adalah data dalam bentuk karakter, dalam hal ini masuk dalam kode
ASCII (American Standard Code for Information Interchange) dan ASCII
Extension seperti UNICODE murni.
Dalam peristilahan computer kita mengenal 2 jenis teks, yaitu :
Salah satu software yang bisa digunakan untuk mengetik dalam bentuk
plain text atau teks yang sederhana dengan platform windows adalah
Notpade (txt). Teks yang diketik berjenis MIME Text, yaitu teks yang
tidak terenkripsi dan tidak mengadung berbagai informasi berkaitan
dengan sifat dan karakter dari teks, seperti teks yang mengadung
informasi font, Link, image dan lainnya.
Adalah serangkaian teks yang sudah terformat sedemikian rupa sehingga
mengandung informasi yang berkaitan dengan sifat dan karakter dari teks
tesebut, seperti teks yang mengandung informasi font (bold, italics,
underline, color dan jenis font).
Istilah hypertext pertama kali diperkenalkan pada tahun 1965 oleh Ted
Nelson. Hypertext dapat diartikan sebagai teks yang memiliki fasilitas
embedded information berupa lingking. Hypertext adalah suatu tulisan
yang tak berurutan-nonsekuensial. Dengan suatu sistem authoring
(menulis), pengarang mampu menghubungkan informasi dari bagian manapun
dalam paket pengajaran itu, menciptakan jalur-jalur melalui satu korpus
materi yang berkaitan, member keterangan teks yang tersedia, dan membuat
catatan yang menghubungkan teks-teks itu. Contoh hypertext :
•
HTML (HyperText Mark-up Language)
Merupakan standar bahasa pemograman untuk tampilan dokumen di web.
Dengan bahasa HTML ini kita dapat melakukan control terhadap tampilan
web baik yang bersifat statis maupun dinamik yang mampu menyajikan
tampilan multimedia.
•
XML (eXtensible Mark-up Language)
Fungsi XML sama halnya dengan HTML, namun lebih sederha, dan strukturnya lebih jelas, dan cepat untuk pencarian data.
2. Media Audio
Suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda. Getaran
suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah
secara kontinyu terhadap waktu.
Suara berhubungan erat dengan rasa “mendengar”. Suara/bunyi biasanya
merambat melalui udara. Suara/bunyi tidak bisa merambat melalui ruang
hampa.
KONSEP DASAR
Suara dihasilkan oleh getaran suatu benda. Selama bergetar,
perbedaantekanan terjadi di udara sekitarnya. Pola osilasi yang terjadi
dinamakan sebagai “GELOMBANG”. Gelombang mempunyai pola sama yang
berulang pada interval tertentu, yang disebut sebagai “PERIODE”.
Contoh suara periodik : instrument musik, nyanyian burung, dll. Sedangkan contoh suara nonperiodik : batuk, percikan ombak, dll
Suara berkaitan erat dengan banyaknya periode dalam 1 detik.
Satuan : Hertz (Hz) atau cycles per second (cps)
Panjang gelombang suara (wavelength) dirumuskan= c/f
Dimana c = kecepatan rambat bunyi
Dimana f = frekuensi
Berdasarkan frekuensi, suara dibagi menjadi:
•
• Infrasound 0Hz – 20 Hz
•
• Pendengaran manusia 20Hz – 20 KHz
•
• Ultrasound 20KHz – 1 GHz
•
• Hypersound 1GHz – 10 THz
Manusia membuat suara dengan frekuensi : 50Hz – 10KHz.
Sinyal suara musik memiliki frekuensi : 20Hz – 20Khz.
Sistem multimedia menggunakan suara yang berada dalam range pendengaran
manusia. Suara yang berada pada range pendengaran manusia sebagai
“AUDIO”, dan gelombangnya sebagai “ACCOUSTIC SIGNALS”. Suara diluar
range pendengaran manusia dapat dikatakan sebagai “NOISE” (getaran yang
tidak teratur dan tidak berurutan dalam berbagai frekuensi, tidak dapat
didengar manusia). Keras lemahnya bunyi atau tinggi rendahnya gelombang.
Satuan amplitudo adalah decibel (db).
Bunyi mulai dapat merusak telinga jika tingkat volumenya lebih besar
dari 85 dB dan pada ukuran 130 dB akan mampu membuat hancur gendang
telinga. Kecepatan perambatan gelombang bunyi sampai ke telinga
pendengar. Satuan yang digunakan : m/s. Pada udara kering dengan suhu 20
°C (68 °F)m kecepatan rambat suara sekitar 343 m/s.
3. Media Video
Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses,
mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan
film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital. Berkaitan dengan
“penglihatan dan pendengaran”. Aplikasi video pada multimedia mencakup
banyak aplikasi
•
Entertainment: roadcast TV, VCR/DVD recording
•
Interpersonal: video telephony, video conferencing
•
Interactive: windows
Digital video adalah jenis sistem video recording yang bekerja
menggunakan sistem digital dibandingkan dengan analog dalam hal
representasi videonya. Biasanya digital video direkam dalam tape,
kemudian didistribusikan melalui optical disc, misalnya VCD dan DVD.
Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan video digital
adalah camcorder, yang digunakan untuk merekam gambar-gambar video dan
audio, sehingga sebuah camcorder akan terdiri dari camera dan recorder.
Video sebagai media audio visual yang menampilkan gerak, semakin lama
semakin populer dikalangan masyarakat kita. Pesan yang disajikan bias
bersifat fakta (kejadian/peristiwa penting, berita) maupun fiktif
(seperti cerita)
4. Media Animasi
Animasi adalah suatu rangkaian gambar diam secara inbeethwin dengan
jumlah yang banyak, bila kita proyeksikan akan terlihat seolah–olah
hidup (bergerak), seperti yang pernah kita lihat film–film kartun di
televisi maupun dilayar lebar. Animasi juga merupakan tampilan cepat
dari urutan gambar 2-D atau karya seni 3-D atau posisi model untuk
menciptakan sebuah ilusi gerakan. Efeknya adalah ilusi optik gerak
karena fenomena kegigihan visi, dan dapat dibuat dan didemonstrasikan
dalam beberapa cara. Metode yang paling umum dari presentasi animasi
sebagai film atau program video, walaupun ada metode lain. Jadi Animasi
dapat kita simpulkan menghidupkan benda diam diproyeksikan menjadi
bergerak.
Animasi dasar tahap awal
Kita sudah sekian lama mengenal animasi malalui film–film kartun yang
tayangkan di TV maupun VCD. Pada dasarnya film/Video Animasi berupa
rangkaian gambar secara in beetwin lalu diproyeksikan pada layar menjadi
gerakan, nah gerakan inilah kita sebut Animasi.
Di era teknologi saat ini banyak sekali software-software komputer yang
mensuport dalam pembuatan animasi seperti : Diretor, Adobe Imag ready,
Flash, 3d studio max, ulead Cool 3D studio. Animasi tidak hanya untuk
film kartun saja, dapat juga kita gunakan untuk media pendidikan,
informasi, dan media pengetahuan lainnya yang tidak dapat dijangkau
dengan life melalui kamera foto atau video, contoh misalnya membuat film
proses terjadinya tsunami, atau proses terjadinya gerhana matahari, ini
akan sulit ditempuh dengan pengambilan gambar langsung melalui kamera.
Untuk membuat film/ video animasi tidak cukup hanya mengandalkan
software yang ada, melainkan kita harus dapat menguasai dasar dasar
animasi terlebih dahulu agar hasil animasi kita mencapai sempurna.
5. Media Graph / Image
Berdasarkan wikipedia.org gambar adalah Citra atau bayangan atau imaji
(dari Bahasa Inggris “image”, dan Bahasa Latin “imago”) adalah benda
yang dihasilkan atas upaya manusia dalam mereproduksi kemiripan dari
suatu obyek, biasanya obyek-obyek fisik/nyata. Gambar juga bisa
diartikan sebagai suatu tampilan yang memiliki karakter sebagai
representasi spatial atau cerminan dari suatu objek.
Menurut ukuran atau dimensi gambar, dikelompokan dalam 2 katagori yakni :
gambar 2D dan gambar 3D. Dalam dunia design grafis kita mengenal 2
istilah gambar yakni; gambar Raster dan Vektor.
Media yang memiliki ruang (space), pergerakan waktu (time movement) dan
sudah dilengkapi dengan suara (sound), serta sudah terdiri dari dua
sistem komunikasi dua arah (two ways communication) antara pemberi
informasi dan penerima informasi. Contoh: website, e-mail, CD Interaktif
dan sebagainya.
Efek khusus secara tradisional dibagi ke dalam kategori efek optik dan
efek mekanis. Dengan munculnya film digital membuat alat yang lebih
besar perbedaan antara efek-efek khusus dan efek visual telah diakui,
dengan “efek visual” mengacu pada pasca-produksi digital dan “efek
khusus” mengacu pada di-set efek mekanik dan di-kamera optik efek. Efek
optik (juga disebut efek fotografi), adalah teknik di mana gambar atau
film bingkai diciptakan photographically, baik “di-kamera” menggunakan
beberapa paparan, mattes, atau proses Schüfftan atau dalam proses pasca
produksi menggunakan printer optik. Efek optik dapat digunakan untuk
menempatkan aktor atau set melawan latar belakang yang berbeda.
Efek mekanik (juga disebut praktis atau efek fisik) biasanya dicapai
selama live-action menembak. Ini termasuk penggunaan alat peraga
mekanik, pemandangan, skala model, kembang api dan atmosfer. Efek: fisik
menciptakan angin, hujan, kabut, salju, awan dll, Membuat muncul mobil
untuk mengemudi dengan sendirinya, atau meledakkan bangunan adalah
contoh dari efek mekanis. Efek mekanik sering dimasukkan ke dalam
menetapkan desain dan tata rias. Sebagai contoh, satu set dapat dibangun
dengan memisahkan diri dengan pintu atau dinding, atau prostetik make
up dapat digunakan untuk membuat aktor terlihat seperti rakasa.
5. Media Interactivity
Interactive media normally refers to products and services on digital
computer-based systems which respond to the user’s actions by presenting
content such as text, graphics, animation, video, audio etc. (Media
interaktif biasanya mengacu pada produk dan layanan pada sistem berbasis
komputer digital yang merespon tindakan pengguna dengan menyajikan
konten seperti teks, grafik, animasi, video, audio, dan lain-lain)
6. Media Special Effect
Special Effects atau Efek Spesial di dalam bahasa Indonesia, sering
disingkat SFX atau SPFX banyak digunakan di dalam dunia film,
pertelevisian dan hiburan. Dengan definisi ini, efek spesial tidak cuma
terdapat dalam film, seperti yang diketahui masyarakat awam. Efek
spesial tidak hanya berwujud gambar, tetapi memiliki pengertian luas.
Jadi kalau kita sering melihat pertunjukan musik dengan segala macam
sinar laser, kembang api, hal tersebut dapat pula dikategorikan sebagai
efek spesial.